Hari : Kamis
Tgl : 24 Juli 2025
Pkl : 08.30 WIB sd. Selesai.
Tempat : Ballroom Hotel Swarna Dwipa
Yaitu : Dalam Rangka menghadiri Undangan Penyelenggaraan Pasar Lelang Komoditi Agro

Kegiatan Rapat Penyelengaraan Pasar Lelang Komoditi ini dihadiri Oleh :

  1. Analis Perdagangan Ahli Muda Ibu Juairiani, S.E, M.Si., Pengawas Perdagangan, Nurhasanah, S.H, Pengadministrasi Perkantoran, Jhoni Fahri, Pengadministrasi Perkantoran Riyan Ali Aditama dan Fitri Staf Bidang Pengembangan Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kab. OKI.
  2. Perwakilan dari 17 Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan dan Pedagang Komoditas Unggulan Himpunan Peritel dan Niaga Indonesia (HIPNI) di Sumatera Selatan.
  3. Juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Ibu Henny Yulianti, S.IP., M.M.

Hadir dalam acara ini Narasumber :
a. Maindro Bayu Kuswoyo, dari BAPOPTI Kementerian Perdagangan RI.
b. Ibu Ruth Simanungkalit dari Kementerian Perdagangan RI
c. Bpk. H. Affandi Udji, S.E., M.H. Ketua Kamar Dagang Indonesia Wilayah Sumatera Selatan

Acara dibuka pada pukul 09.45 wib. Oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan. Dalam kesempatannya Ibu Henny menyampaikan bahwa “Tujuang dilaksanakannya Sosialisasi Pasar Lelang Komoditi Agro ini adalah 1. Meningkatkan perekonomian daerah melalui peningkatan pendapatan petani dan pelaku usaha serta peningkatan daya saing produk komoditas unggulan Sumatera Selatan

Moderator Acara : Bpk Dr. Ir. Achmad Mirza, M.M.
Papaparan Narasumber :

  1. Maindro Bayu Kuswoyo, dari Bapepti Kementerian Perdagangan RI. menjelaskan :
  • Tujuan Pasar Lelang Komoditas adalah menciptakan efisiensi mata rantai perdagangan, menyediakan sarana pembentukan harga yang transparan, dan menciptakan harga referensi yang wajar bagi pelaku usaha, terutama petani dan produsen agro. Pasar lelang ini juga bertujuan memperluas jaringan usaha dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.
  • Pasar Lelang Komoditas merupakan pasar terorganisir yang mempertemukan penjual dan pembeli menggunakan sistem lelang yang transparan dan kompetitif.
  • Pasar Lelang Komoditas diharapkan menjadi instrumen strategis pemberdayaan petani serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui sinergi antara pemerintah daerah, swasta, perbankan, dan instansi terkait.
  • Sistem Pasar Lelang Terpadu dikembangkan dengan teknologi digital (lelang online dan offline) sehingga prosesnya bisa dilakukan setiap hari tanpa batas wilayah, meningkatkan akses pasar dan keterbukaan informasi harga.
  1. Ibu Ruth Simanungkalit dari Kementerian Perdagangan RI memaparkan tentang sistem aplikasi SPLT (Sistem Pasar Lelang Terpadu). SPLT adalah platform digital yang dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan untuk mempermudah proses lelang komoditas secara transparan dan efisien. Aplikasi ini memungkinkan pelaku usaha, petani, dan pembeli untuk melakukan transaksi lelang secara online melalui smartphone atau perangkat digital, tanpa batasan wilayah dan tatap muka langsung. Dalam paparan tersebut, Ruth menekankan manfaat SPLT, antara lain:
  • Memperluas akses pasar bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
  • Menjamin proses pembentukan harga komoditas yang transparan melalui mekanisme lelang terbuka.
  • Mempercepat transaksi perdagangan dengan sistem digital yang mudah diakses dan tanpa biaya penggunaan.
  • Mendukung pengembangan pasar lelang komoditas yang modern dan terintegrasi secara nasional.
  • Selain itu, aplikasi SPLT dilengkapi dengan fitur verifikasi data komoditas, sistem jaminan transaksi, dan notifikasi elektronik untuk memudahkan pengguna mengelola proses lelang dari pendaftaran, penawaran, hingga penyelesaian pembayaran dan penyerahan barang.
  1. Bpk. H. Affandi Udji, S.E., M.H. Ketua Kamar Dagang Indonesia Wilayah Sumatera Selatan menjelaskan : Peran pasar lelang dalam mendorong pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi lokal yaitu dengan memperpendek rantai distribusi dan mengurangi ketergantungan pada perantara yang dapat menekan harga di tingkat produsen. Dorongan pengembangan komoditas unggulan lokal melalui peningkatan kualitas produk dan akses pasar lelang, serta dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih berdaya saing.

TUJUAN DAN HASIL KEGIATAN
Hasil dari rapat sosialisasi pasar lelang komoditi agro yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan mencakup beberapa poin penting berikut:

  1. Peluncuran aplikasi lelang agro yang mempermudah petani, seperti petani cabai, untuk menjual hasil panen melalui sistem lelang yang transparan dan kompetitif. Aplikasi ini membantu petani melawan praktik tengkulak dan mendapatkan harga yang lebih adil untuk produk mereka.
  2. Penerapan sistem lelang komoditi sebagai solusi efisiensi rantai pasok dengan mekanisme yang mempertemukan langsung antara penjual (petani/produsen) dan pembeli tanpa perantara berlebih, sehingga dapat meningkatkan harga jual bagi petani dan menstabilkan harga di pasar.
  3. Sosialisasi dan pembinaan pasar lelang oleh Dinas Perdagangan dilakukan guna meningkatkan kualitas pengelolaan pasar, memberikan pedoman sistem lelang, serta pengawasan agar pasar berjalan profesional dan efisien.
  4. Penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Perdagangan, Bappebti, dan pelaku usaha dalam mengembangkan sistem pasar lelang berbasis digital seperti Sistem Pasar Lelang Terpadu (SPLT), yang memungkinkan lelang dapat dilakukan secara online maupun offline dengan mudah dijangkau berbagai pihak sehingga memperluas akses pasar.

Tujuan utama pasar lelang komoditi agro adalah meningkatkan kesejahteraan petani, memberikan kepastian pasar, harga transparan, dan meningkatkan perekonomian daerah dengan cara mengembangkan mekanisme lelang yang sehat dan berdaya saing serta memperkuat kelembagaan pasar lelang di Sumatera Selatan.

Demikian yg dapat kami laporkan hari ini. Terima kasih

Kepala Dinas Perdagangan Kab. OKI

Ir. Sahrul, M.Si